Fayakhun Andriadi, Politisi Muda yang Beda



Di tahun 2009, politisi muda adalah ‘benda’ langkah di DPR-RI. Dari 106 anggoira DPR dari Golkar hanya ada sembilan orang yang berusia dibawah 40 tahun. Dan tentu, itu bukan sekedar masalah umur. Perbedaan generasi melahirkan perbedaan kultur dan visi. Salah satunya, Fayakhun Andriadi.
FayakhunAndriadi bersama petinggi TNI Menyatukan perbedaan, baik internal partai maupun antar fraksi tentu bukan masalah yang mudah. Secara teoretis, sinergi adalah langkah yang paling efektif. Dalam bahasa Fayakhun Andriadi, bagaimana yang tua memberi tauladan dan yang muda berada di depan. Yang tua memberi rambu-rambu dan yang mudah yang penuh energi diberi ruang.
Tetapi persoalan tidak sesederhana itu.  Dalam pengamatan Fayakhun Andriadi, dibutuhkan karakter ketua fraksi yang kuat untuk memadukan semua unsur yang ada, baik yang ada didalam partai maupun antar fraksi. Dan disinilah kemampuan seseorang terlihat secara telanjang.
“ You gak bisa membandingkan si A dari partai ini dengan si B dari partai itu karena kualitasnya berbeda,” ujar Fayakhun Andriadi.
Secara pribadi, bagi Fayakhun Andriadi kearifan menghadapi situasi dan tuntutan-tuntutan membuatnya merasa tidak cukup hanya sekedar pandai tetapi pandai-pandai.
“Terlalu mengedepankan ambisi pribadi dimarahin partai. Terlalu membela partai dimarahin konstituen. Ya…kita tidak harus sekedar pandai tetapi pandai-pandai,” ungkap Fayakhun Andriadi.
Dalam berbagai kesempatan Fayakhun Andriadi mengkritisi berbagai issue, yang dalam visinya, akan membuat bangsa ini mandiri. Sebut saja masalah silabus pendidikan, penguasaan asing atas produk hajat hidup orang banyak, dual citizenship dan persenjataan TNI  dan sejumlah issue strategis lainnya.
“ Mas….ternyata masuk di parlemen itu seperti masuk ke rimba. Kita seperti sedang melihat sebuah pertandingan sepak bola. Ada yang  jadi pemain, ada yang jadi penonton, ada yang jadi tukang sorak, ada yang jadi pelatih, ada yang jadi pemain cadangan dan ada yang jadi pemilik club. Mas bisa jadi anggota DPR 5 tahun dan  tidak pernah mewarnai apa-apa. Datang, absent, pembahasan, ya wes. Tapi, mas bisa menjadi anggota DPR dan bisa mewarnai petempuran-pertempuran. Tidak harus menang terus dalam pertemputan-pertempuran itu karena kita mau memenangkan perang.” Ujar Fayakhun Andriadi.
Sumber: Majalah LIDER edisi Februari 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ukuran Partisipasi Politik (bagian 1) Oleh: Fayakhun Andriadi

Kelompok Pembeli Menurut Fayakhun